Kebahagiaan, kesuksesan serta kemakmuran bukan muncul dari orang lain atau dari lingkungan sekitar, tetapi muncul dari hati kita yang terdalam. Saya mendapatkan peryataan tersebut dari buku "The 7 Awareness" karangan Nanang Qosim Yusuf. Untuk lebih jelasnya, penulis memaparkan melalui cerita. Cerita rakyat yang sudah mendarah daging di negerinya Shahrukh Khan, India. Bahkan, cerita sederhana ini telah menjadi rujukan spiritualisme yang dalam tentang kebahagiaan. Inilah ceritanya.....

Suatu hari disurga, Tuhan sedang bingung dan sedang memikirkan bagaimana caranya agar tidak diganggu manusia yang selalu banyak permintaan dan tuntutan. Tuhan memanggil 4 malaikat terbaiknya dan bertanya bagaimana caranya agar dirinya tidak ditemukan oleh manusia.

Malaikat pertama berkata: "Tuhanku kenapa engkau tidak pergi saja ke sebuah gunung yang tinggi di mana orang - orang belum tahu bahkan tidak berani ke sana, di sana Tuhan bisa santai dan tidak diganggu oleh mereka, Himalaya misalnya Tuhanku". Tuhan menjawab: "itu dul, sekarang mereka telah mendaki gunung - gunung tertinggi dimana pu termasuk Himalaya, tidak mungkin! manusia adalah makhluk yang pemberani pasti dia tahu juga", katanya santai.

Tuhan pun meminta pendapat pada malaikat kedua dan komentar malaikat kedua: "Kenaapa Tuhan tidak coba pergi kedasar lautan, pasti mereka tidak mungkin masuk ke dalam lautan merekakan makhluk daratan, pasti mereka tidak bisa".Tuhan pun berkata: "itu dulu, manusia sekarang sangat pintar. Dia menciptakan alat untuk menyelam dan mereka pasti akan menemukan dimana Aku berada".

Tuhan pun berjalan mondar-mandir, sambil terlihat bingung dimintailah pendapat malaikat ketiga, "bagaimana menurutmu malaikat ketiga?" Malaikat ketiga pun menjawab: "ah...kenapa Tuhan tidak coba pergi ke planet di antariksa, dimana manusia jelas - jelas tidak mungkin bisa pergi ke sana". Namun, Tuhan pun berkata: "itu dulu wahai malaikatku, sekarang mereka sangat cerdas mereka ciptakan sebuah pesawat yang bisa menembus bumi dan menuju planet - planet antariksa, mereka hebat, mereka pasti menemukan Aku".

Tuhan pu makin terlihat lebih bingung. Pada saat kondisi mengalami jalan buntu tersebut, malaikat terakhir berkata, "Tuhanku, ada satu tempat dimana tempat itu sangat dekat dengan manusia, bukan digunung, bukan didasar lautan dan juga bukan di planet, tetapi manusia tidak tahu tempatnya," katanya, Tuhan pun penasaran dan berkata: " dimana dia wahai malaikatku?" malaikat itu pun menjawab dengan tenang, " DI HATI MANUSIA ITU SENDIRI TUHANKU". Sejak itulah konon katanya Tuhan bersemayang di hati setiap Hamba-Nya.

Dari cerita diatas dapat kita
ambil kesimpulan bahwa bahagia bukan dicari di lautan, bukan juga di bukit gunung yang tinggi, tidak juga ada di planet lain, tapi kebahagiaan ada di hati kita yang dalam yang mungkin kita lupakan. Kita kebanyakan bagaikan tumbuhan yang akarnya keatas. Padahal, sebenarnya kita adalah tumbuhan yang memiliki akar ke dalam, ke dalam hati kita yang paling dalam. Pada saat itu terjadi maka kita akan mengalami kebahagiaan melebihi orang-orang bahagia, bukan karena uang, materi, kedudukan, atau juga harkat, tetapi kebahagiaan karena telah menemukan Tuhan itu sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar